Kamis, 12 Januari 2012

Jalan maut paling mematikan di dunia

 
>




1. Bolivia


Jalan Yungas Utara, juga dikenal sebagai jalan maut, membentang sejauh 61 sampai 69 km dari La Paz (ibukota Bolivia) ke Coroico di daerah Amazon di kawasan Yungas, Bolivia. Begitu berbahayanya hingga melegenda.
Pada tahun 1995 Inter American Development Bank membabtisnya sebagai “jalan paling berbahaya di dunia”. Diperkirakan 200-300 orang tewas tiap tahun di jalan tersebut. Sepanjang jalan itu banyak salib berdiri menandai banyak tempat kendaraan-kendaraan mengalami kecelakaan.
Di akhir 2006, setelah dibangun selama 20 tahun, sebuah jalan baru (by-pass) dari La Paz ke Coroico dibuka untuk umum. Jalan baru ini mencirikan konstruksi modern (jembatan, drainase, dll), jalur ganda, trotoar, pagar pengaman dan banyak elemen lain yang membuatnya jauh lebih aman dibandingkan jalan lama. Akibatnya sekarang ini jauh lebih sedikit orang memakai jalan Yungas Utara yang lama, meski justru banyak para petualang bersepeda menikmati sensasi bahaya di sana

2.
Terowongan Guoliang di Cina

Jalan di pegunungan Taihang ini dibangun oleh penduduk desa setempat. Diperlukan 5 tahun untuk menyelesaikan terowongan sepanjang 1.200 meter itu, dengan tinggi kira-kira 5m dan lebar 4m. Sejumlah penduduk tewas oleh kecelakaan selama pembuatannya; namun penduduk lainnya dengan tabah tetap melanjutkannya.
Pada tanggal 1 Mei 1977, terowongan itu dibuka untuk lalu lintas. Letaknya di provinsi Hunan, Cina.


3. Jalan Antara Arica ke Iquique di Chili


Jalan antara Arica ke Iquique ini terkenal berbahayanya, melalui lembah-lembah teramat dalam dan berkelok-kelok, serta di dasar lembah nampak banyak kerangka mobil korban kecelakaan. Kadang-kadang bila anda di situ menyaksikan mobil dan bis melintas dengan kecepatan tinggi, anda mungkin mengira mereka dengan bodohnya menantang maut atau mereka justru hantu yang sedang lewat. Penampakan seperti itu dimungkinkan oleh pemandangan sekitarnya yang sunyi terpencil dan berwarna membosankan. Maka bila berkendaraan di sana harus dengan konsentrasi penuh dan menghindari mengkonsumsi bahan-bahan yang dapat menyebabkan halusinasi.

4.
Jalan Siberia ke Yakutsk di Rusia


Jalan raya federal Rusia ini menghubungkan Moskow dengan Yakutsk di mana pernah tercatat suhu terdingin di luar Antartika. Yakutsk adalah kota terbesar yang pernah dibangun di atas tanah yang selalu beku. Kebanyakan rumah dibangun diatas balok-balok beton karena tanahnya beku sepanjang waktu.
Apa hubungan semua itu dengan kenyataan sebagai salah satu jalan paling berbahaya di dunia?
Selama musim dingin yang kira-kira 10 bulan, berkendaraan ke dan dari Yakutsk menghadapi tantangan salju lebat, es dan penglihatan terbatas. Namun kondisi jalan di musim dingin ini bagaikan piknik saja bila dibandingkan dengan kondisinya di bulan Juli dan Agustus ketika hujan musim panas menghantam jalan tak beraspal itu membuatnya menjadi kubangan Lumpur.
Jalan tersebut tak bisa diaspal atau diperluas karena tanahnya selalu beku. Bisa sampai terjadi ribuan kemacetan lalu lintas di masa seperti itu, dan di saat-saat kemacetan seperti itu, para pengendara dan pemakai jalan lainnya yang terjebak, bisa melewatkan waktu dengan menjarah, berkelahi atau menculik orang-orang yang lewat. Itulah bajak lumpur Siberia.

5.
Jalan Raya Sichuan – Tibet di Cina


Di Cina, angka kematian oleh kecelakaan lalu lintas hamper berlipat dua selama 20 tahun terakhir (1985-2005), naik dari 3.9 ke 7.6 per 100.000 warga. Salah satu penyumbangnya tak pelak lagi adalah jalan raya Sichuan – Tibet, sebuah jalan di dataran tinggi antara Chengdu dan Tibet dimana sering terjadi tanah longsor dan longsoran batu.
Jalan raya tersebut mempunyai panjang 2.412km, mulai dari Chengdu di Sichuan di sebelah timur dan berakhir di Lhasa, Tibet di sebelah barat. Jalan itu membentang melalui Ya’an, Garze dan Chamdo, menyelusuri 14 gunung yang tingginya rata-rata 4.000-5.000 meter, menyeberangi lusinan sungai terkenal (seperti sungai Dadu, Jinsha, Lantsang, Nujiang), melintasi hutan tua dan banyak sekali bagian berbahaya. Namun dibalik itu, sepanjang jalan tersaji pemandangan spektakuler dan juga dijumpai budaya etnis yang unik.


Tidak ada komentar:
Write comments