Tampilkan postingan dengan label Pertolongan Pertama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertolongan Pertama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Pertolongan pertama pada penderita asma

Penyakit asma ( asthma ) yaitu satu penyakit yang menyerang saluran pernafasan yang menyebabkan penyempitan saluran pada karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu sehingga menimbulkan peradangan dan penyempitan jalan nafas. Hal tersebut mengakibatkan penderita mengalami sesak nafas.
Asma dapat disebabkan oleh alergi terhadap oleh polusi udara ( asap, debu, zat kimia) hawa dingin, makanan, hewan berbulu, bau/aroma menyengat. Disamping serangan asma juga akibat efek pada penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA ) baik flu maupun sinisitis. Serangan asma juga dapat di picu oleh tekanan psikis pada penderita.

Serangan asma dapat terjadi secara tiba-tiba dengan tanda khas seperti nafas yang berbunyi (wheezing/mengi/bengek ), batuk dan sesak nafas. Bunyi wheezing/mengi/bengek terdengar ketika penderita menghembuskan nafasnya. Kemudian keluhan lain yang rasakan dada terasa sempit, cemas, wajah pucat dan membiru. Serangan asma yang hebat dapat menyebabkan penderita tidak bisa bicara dikarenakan kesulitannya saat mengatur pernafasan.


Asma dapat disebabkan oleh alergi terhadap oleh polusi udara ( asap, debu, zat kimia), hawa dingin, makanan, hewan berbulu, bau/aroma menyengat. Disamping serangan asma juga akibat efek pada penderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA ) baik flu maupun sinisitis. Serangan asma juga dapat di picu oleh tekanan psikis pada penderita.

Apa yang dilakukan untuk menghindari saat serangan asma ?

Langkah terbaik yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma yaitu menghindari /menjauhi faktor-faktor pemicu yang menyebabkan munculnya serangan asma itu sendiri.

Apakah Penyakit asma bisa di sembuhkan?

Penyakit asma sampai saat ini belum dapat diobati dengan tuntas, hal tersebut berarti serangan asma di masa mendatang masih bisa terjadi.Pemberian obat-obatan pada penderita asma adalah pengobatan untuk menangani serangan yang timbul. Dokter memberikan obat obatan tergantung tingkat keparahan dari gejala dan tanda serangan asma itu sendiri. Untuk penanganan asma biasanya dokter meresepkan obat-obatan golongan kortikosteroid ( hydrocortisone ), syrup ventolin ( salbutamol ) atau nebulizer ( gas salbutamol ) untuk menolong melonggarkan saluran pernafasan.

Untuk penderita asma biasanya dokter meresepkan obat hirup ( ventolin inhaler ) . Obat ini di simpan dan di gunakan bila terjadi serangan asma sewaktu- waktu pasien asma.

Asma membutuhkan penanganan segera, dan bila tidak dilakukan dapat membahayakan penderita maka langkah yang tepat dapat mengurangi resiko bahaya yang mengancam.

9 langkah- langkah pertolongan pertama saat terjadi serangan asma dikutip dari situs detik.com :

  1. Tenangkan penderita
  2. Bantu penderita untuk duduk dan istirahat
  3. Bantu penderita mengambilkan atau mencarikan obat
  4. Biarkan penderita menggunakan obat inhalernya sendiri
  5. Sebisa mungkin hindari penderita dari sumber alergi
  6. Jika merupakan serangan pertama atau terlihat berkepanjangan, segera bawa layanan medis
  7. Jika tidak sadar, segera bawa ke layanan medis
  8. Jangan memaksa penderita untuk tidur terlentang karena penderita lebih nyaman dalam keadaan duduk
  9. Jangan banyak bertanya pada penderita, karena biasanya ia sulit berbicara.

Langkah yang tepat saat penanganan serangan asma akan mencegah resiko dan bahaya yang lebih buruk.

Sabtu, 04 Mei 2013

Pertolongan pertama pada pendarahan hidung

Pendarahan Hidung atau yang lebih kita kenal dengan mimisan biasanya terjadi ketika teman atau korban mengalami cedera di bagian kepala atau wajah.
Langkah-langkah Pertolongan Pertama jika kita menemukan korban atau teman yang mengalami perdarahan hidung, yang harus dilakukan adalah:     

1.Pertahankan jalan nafas    

2.Dudukan penderita sedikit condong ke depan    

3.Berikan penekanan pada cuping hidung (tekan kedua cuping hidung menjadi satu), atau berikan pembalut diantara bibir atas dan gusi lalu tekan (ke arah lubang hidung)    

4.Jangan membiarkan korban tiduran, karena darah akan mengalir menuju kerongkongan dan masuk ke dalam lambung yang dapat menimbulkan mual dan muntah    

5.Jangan menutup hidung sampai penuh, bedakan perdarahan hidung dengan kebocoran cairan otak (cairan serebrospinal, nanti dibahas lebih lanjut di cedera kepala), yang merupakan petunjuk adanya patah tulang tengkorak    

6.Jangan mencabut benda apapun yang ada dalam hidung    

7.Bila terjadi avulsi berikan pembalutan penekanan    

8.Bila korban menjadi tidak sadar atau tidak mampu menjaga jalan nafasnya sendiri, baringkan penderita pada posisi miring stabil (posisi pemulihan)